Susunan Tanah dan Jenis Tanah Lengkap Dengan Gambarnya

gambar tanah 5

Lapisan Tanah

Lapian tanah terdiri dari lapisan-lapisan. Lapisan tanah berturut-turut dari atas ke bawah dan setiap lapisan memiliki jenis tanah yang berbeda begitu juga dengan struktur tanah tanah, batuan yang terkandung dalam tanah, jenis kesuburan tanah dan lain sebagainya.

Tanah Lapisan Atas

Tanah lapisan atas memiliki warna cenderung gelap dan kehitam-hitaman, tebalnya antara 10 – 30 cm. Lapisan ini adalah lapisan tersubur, karena pada lapisan ini mengandung bunga tanah atau humus. Lapisan tanah atas (top soil) adalah bagian yang optimum untuk kehidupan tumbuh-tumbuhan. Segala komponen-komponen tanah terdapat pada lapisan ini, yaitu mineral 45%, bahan organik 5%, air antara 20 – 30% dan udara dalam tanah antara 20 – 30%.

Tanah Lapisan Bawah

Tanah lapisan bawah ini memiliki warna lebih cerah dan lebih padat dibandingkan dengan tanah lapisan atas. Lapisan tanah ini tebalnya antara 50 – 60 cm, lebih tebal dari lapisan tanah atas, lapisan ini sering disebut tanah cadas atau tanah keras. Pada lapisan tanah ini kegiatan jasad mahluk hidup mulai berkurang. Pada lapisan ini biasanya ditumbuhi tanaman berumur panjang dan berakar tunggang dalam dan panjang agar mencapai lapisan tanah.

Batuan Induk Tanah

Batuan induk ialah batuan asal dari tanah. Lapisan tanah ini umumnya memiliki warna kemerah-merahan atau kelabu keputih-putihan. Lapisan ini dapat pecah dan diubah dengan mudah, tetapi sukar ditembus akar. Biasanya lapisan ini terdapat  Pada lereng-lereng gunung, lapisan itu sering terlihat jelas pada permukaan lereng gunung karena lapisan atasnya telah hanyut oleh air hujan.
Semakin ke dalam lapisan ini merupakan batuan pejal yang belum mengalami proses pemecahan. Pada lapisan ini tumbuhan jarang bisa hidup.

Struktur tanah

gambar tanah 3
Pengertian Tanah
Tanah yaitu bagian kerak bumi tersusun dari mineral dan bahan organik.Tanah sangat berperan dalam kehidupan makhluk hidup di bumi karena tanah membantu pertumbuhan tumbuhan dengan menyediakan hara,air dan unsur-unsur yang di perlukan tumbuhan untuk tumbuh sekaligus sebagai penopang akar Tanah juga menjadi habitat hidup bagi makhluk mikroorganisme.Bagi sebagian besar hewan darat, tanah menjadi tempat untuk hidup dan bergerak.Dari segi klimatologi, tanah memegang peranan penting sebagai penyimpan air dan menekan erosi, meskipun tanah sendiri juga dapat tererosi.Komposisi tanah berbeda-beda pada satu lokasi dengan lokasi yang lain. Air dan udara merupakan bagian dari tanah.

Indonesia adalah negara kepulauan yang memiliki daratan luas dengan jenis tanah yang berbeda-beda. Ini adalah macam-macam / jenis-jenis tanah yang ada di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

gambar tanah 2

1. Tanah Humus
Tanah humus yaitu tanah yang sangat subur dan tanah ini terbentuk oleh lapukan daun dan batang pohon di hutan hujan tropis yang lebat.

2. Tanah Pasir
Tanah pasir yaitu tanah yang sifatnya kurang bagus untuk pertanian tanah pasir ini terbentuk dari batuan beku serta batuan sedimen yang memiliki butir kasar dan berkerikil.

3. Tanah Alluvial / Tanah Endapan
Tanah aluvial yaitu tanah yang terbentuk dari lumpur sungai yang mengendap di dataran rendah dan tanah ini memiliki sifat tanah yang subur dan cocok untuk lahan pertanian tanah seperti ini sering kita jumpai di pedesaan dan digunakan sebagai lahan sawah.

4. Tanah Podzolit
Tanah podzolit yaitu tanah subur yang umumnya berada di pegunungan dengan suhu atau curah hujan yang tinggi.

5. Tanah Vulkanik / Tanah Gunung Berapi
Tanah vulkanis yaitu tanah yang terbentuk oleh lapukan material letusan gunung berapi yang memiliki tingkat kesuburan yang bagus dan mengandung zat hara yang tinggi. Jenis tanah vulkanik ini bisa kita jumpai di sekitar lereng gunung berapi.

6. Tanah Laterit
Tanah laterit yaitu tanah tidak subur yang mulanya subur dan kaya akan unsur hara, namun unsur hara tersebut hilang karena larut dibawa oleh air hujan yang tinggi. Contoh : Kalimantan Barat dan Lampung.

7. Tanah Mediteran / Tanah Kapur
Tanah mediteran yaitu tanah yang sifatnya tidak subur dan terbentuk dari pelapukan batuan kapur. Contoh : Nusa Tenggara, Maluku, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

8. Tanah Gambut / Tanah Organosol
Tanah organosol yaitu jenis tanah yang kurang baik untuk bercocok tanam karena tanah ini kurang begitu subur dan merupakan hasil bentukan pelapukan tumbuhan rawa. Contoh : rawa Kalimantan, Papua dan Sumatera.

Struktur Tanah

gambar tanah 4
Struktur tanah yaitu tanah yang terbentuk melalui Agregasi berbagai partikel tanah dan menghasilkan bentuk/susunan tertentu pada tanah.Struktur tanah ini juga menentukan ukuran dan jumlah rongga antar partikel tanah yang mempengaruhi pergerakan air,udara,akar tumbuhan,dan organisme tanah.Beberapa jenis struktur tanah adalah remah,butir(granular), lempeng, balok,prismatik,dan tiang.

Pembagian jenis tanah yang dilakukan oleh para ilmuan ada berbagai macam.Berikut ini adalah beberapa jenis tanah berdasarkan USDA(United States Department of Agriculture)
Entisols, adalah tanah yang terbentuk dari sedimen vulkanik serta batuan kapur & metamorf.

  1. Histosols,yaitu tanah yang terbentuk dari pembusukkan jaringan tanaman hingga tanah ini banyak mengandung bahan organik.
  2. Inceptisols,yaitu tanah mineral yang usianya masih muda.
  3. Verticols,yaitu tanah mineral yang memiliki warna abu kehitaman, dan tanah ini mengandung lempung 30 % banyak terdapat di daerah beriklim kering dan memiliki batuan induk kaya akan kation.
  4. Oxisols,yaitu tanah yang mengalami penyusutan sehingga kandungan zat hara pada tanah ini menjadi sedikit sementara kandungan alumuniumnya dan besi tinggi.
  5. Andisols,yaitu tanah yang umumnya berwarna gelap dan tanah ini terbentuk dari endapan vulkanik.
  6. Mollisols,yaitu tanah mineral yang sama dengan tanah praire, yang terbentuk dari batuan kapur.
  7. Ultisols,yaitu tanah yang pada umumnya berwarna kuning-merah yang telah mengalami pencucian.

 III. Jenis-Jenis Tanah

Tanah Vulkanis

gambar tanah 1
  a. Tanah Andosol

Proses terbentuknya : proses terbentuknya tanah ini yaitu dari abu vulkanis yang telah mengalami proses pelapukan
Ciri-ciri : umumnya memiliki warna kelabu hingga kuning, peka terhadap erosi, dan sangat subur
Pemanfaatannya : sering digunakan untuk lahan pertanian, perkebunan, hutan pinus atau cemara
Persebaran : Sumatera, Jawa, Bali, Lombok, Halmahera, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi

b. Tanah Regosol

Proses terbentuknya : tanah ini tebentuk oleh endapan abu vulkanis baru yang memiliki butir kasar
Ciri-ciri : berbutir kasar, berwarna kelabu hingga kuning dan kadar bahan organik rendah
Pemanfaatannya : sering digunakan untuk pertanian padi, palawija, tebu dan kelapa
Persebaran : di lereng gunung berapi, pantai dan bukit pasir pantai yang meliputi pulau Sumatera, Jawa, Nusa  Tenggara

 c. Tanah Aluvial (Tanah Endapan)

Proses terbentuknya : tanah ini terbentuk dari hasil erosi (lumpur dan pasir halus) di daerah-daerah dataran rendah
Ciri-ciri : memiliki warna kelabu dan peka terhadap erosi
Pemanfaatannya : sering digunakan sebagai lahan pertanian sawah dan palawija
Persebaran : Sumatera, Jawa bagian utara, Halmahera, Kalimatan Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi

2. Tanah Organosol
  a. Tanah Humus

Proses terbentuknya : terbentuk dari hasil pembusukan bahan-bahan organik
Ciri-ciri : memiliki warna kehitaman, mudah basah, mengandung bahan organik, sangat subur
Pemanfaatannya : sering digunakan sebagai lahan pertanian
Persebaran : Lampung, Jawa Tengah bagian selatan, Kalimantan Selatan dan Sulawesi Tenggara

  b. Tanah Gambut

Proses terbentuknya : terbentuk dari hasil pembusukan tumbuhan / bahan organik di daerah yang selalu tergenang air
Ciri-ciri : tanah ini memiliki sifat sangat asam, unsur hara rendah sehingga tidak subur
Pemanfaatannya : sering digunakan untuk pertanian pasang surut
Persebaran : Pantai timur Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Halmahera, Seram, Papua, Pantai Selatan

3. Tanah Litosol (tanah berbatu-batu)

Proses terbentuknya : terbentuk dari pelapukan batuan beku dan sedimen yang masih baru sehingga butirannya besar / kasar
Ciri-ciri : memiliki tekstur tanah yang beranekaragam dan pada umumnya berpasir, tak bertekstur, warna kandungan batu
Pemanfaatannya : sering digunakan masih alang-alang, bisa untuk hutan
Persebaran : Jawa Tengah, Jawa Timur, Madura, Nusa Tenggara, Maluku, Sulawesi dan Sumatera

4. Tanah Podzol

Proses terbentuknya : tanah ini terbentuk di daerah yang memiliki suhu rendah dan curah hujan tinggi
Ciri-ciri : pada umumnya memiliki warna pucat, kandungan pasir kuarsa tinggi, sangat masam, kurang subur
Pemanfaatannya : sering digunakan untuk pertanian palawija
Persebaran : Kalimantan Tengah, Sumatera Utara, Papua

5. Tanah Laterit

Proses terbentuknya : Adalah tanah yang tercuci air hujan, sehingga unsur hara yang terkandung dalam tanah ini telah hilang meresap dan mengalir ke dalam tanah
Ciri-ciri : memiliki warna cokelat kemerah-merahan, tidak subur
Pemanfaatannya : sering digunakan untuk lahan pertanian
Persebaran : Kalimantan Barat, Lampung, Banten, Sulawesi Tenggara

6. Tanah Mergel

Proses terbentuknya : terbentuk melalui hasil campuran pelarutan kapur, pasir dan tanah liat karena peristiwa air hujan
Ciri-ciri : memiliki tekstur yang tidak subur
Pemanfaatannya : sering digunakan untuk hujan jati
Persebaran : Yogyakarta, Priangan Selatan di Jawa Barat, pegunungan Kendeng di Jawa Tengah, Kediri, Madiun, Nusa Tenggara

7. Tanah Terarosa (Kapur)
   a. Tanah Renzina

Proses terbentuknya : terbentuk dari pelapukan batuan kapur di daerah yang memiliki curah hujan tinggi
Ciri-ciri : pada umumnya memiliki warna putih sampai hitam, miskin unsur hara
Pemanfaatannya : sering digunakan untuk palawija, hutan jati
Persebaran : Gunung kidul , Yogyakarta

   b. Tanah Mediteran

Proses terbentuknya : terbentuk dari hasil pelapukan batuan kapur keras dan sedimen
Ciri-ciri : memiliki Warna putih kecoklatan, keras, tidak subur
Pemanfaatannya : sering digunakan untuk pertanian tegalan, hutan jati
Persebaran : Pegunungan Jawa Timur, Nusa Tenggara, Jawa Tengah, Sulawesi, Maluku, Sumatera

Ciri-ciri tanah di Indonesia:

Banyak mengandung unsur hara
Memiliki Struktur tanah yang baik, artinya yaitu susunan butir-butir tanahnya tidak terlalu padat dan tidak terlalu lenggang
Cukup mengandung air yang berguna untuk melarutkan unsur hara
Mempunyai garam-garaman yang berjumlah cukup banyak

Upaya untuk melestarikan sumber daya tanah:

Pemupukan diusahakan dengan pupuk hijau / pupuk kandang / pupuk kompos
Dibuat hutan-hutan cadangan pada lereng-lereng gunung
Membuat terassering / sengkedan di daerah-daerah miring
Membuat penghijauan dan reboisasi pada daerah yang gundul, dan sebagainya.

itulah penjelasan sedikit tentang Susunan Tanah dan Jenis , semoga bisa menjadi referensi bagi anda yang ingin mengetahui tentang bagian-bagian tanah.

semoga bermanfaat dan Terimakasih telah membaca artikel saya, baca juga artikel kelasilmu.com yang lainnya.

Penjelasan dari :

lapisan tanah, struktur lapisan tanah yang mengandung air, gambar lapisan tanah, susunan tanah, gambar struktur tanah, lapisan tanah dan keterangannya, struktur lapisan tanah, lapisan tanah yang mengandung air, jenis jenis tanah dan gambarnya, susunan lapisan tanah
Susunan Tanah dan Jenis Tanah Lengkap Dengan Gambarnya | yusuf | 4.5